Truck PS Pengangkut Batu Bara Milik PT. MME Jalur Holling nya Menggunakan Jalan Umum Milik Negara

Muara Teweh – Jurlalispolisi.id

Truk Pengangkut batu bara 22/2/2021 yang melintas dari KM. 33 – KM. 18 tadi malam sekitar pukul 21.00 wib menumpahkan Batubara yang di angkut nya di wilayah Jembatan Sungai Wahay RT. 11, Desa Hajak kecamatan Teweh baru kabupaten Barito Utara provinsi Kalimantan tengah.(22/02/11)

Menurut informasi yang kami dapat dilapangan bahwa Dump Truck PS pengangkut Batubara PT .MME yang menumpahkan anggkutan batu bara nya di karenakan adanya insident.

Dump Truck pengangkut Batu Bara PT. MME yang diduga kecepatannya melebihi ketentuan, alhasil Dump Truck PS tersebut hampir terbalik dan Batubara yang diangkut tumpah karena mau menabrak belakang truk loboy besar dan entah muatan nya truk Batu Bara full dan melebihi Ketentuan,maka tertumpah beberapa ton batu ke tengah badan jalan dekat jembatan Sungai Wahay.

Dampak dari kejadian tersebut membuat jalan umum milik Negara sempat macet dan menggangu pengguna jalan lainnya kata Dedy salah seorang warga Wahay RT. 11 Desa Hajak.

Kejadian tersebut Seperti Sering terjadi kami sebagai warga yang bertempat tinggal diwilayah jalan negara yang dipakai oleh pihak truk angkut batu bara PT .Mega Multi Energi (MME) sangat mengharap kan bagi para supir supaya jangan terlalu laju dalam mengendarai mobil truk nya tolong jaga ,bukan kalian saja pengguna jalan banyak yang lain “ucap Dedy.

Ditempat terpisah,warga Ariu Bulau RT. 10 Desa Hajak yang tidak mau disebutkan namanya juga mengeluh, Karena sudah dari beberapa tahun lalu merasa terganggu oleh kebisingan Truck angkutan Batu Bara PT.MME, yang jumlah Armada angkutan nya diperkirakan Ratusan unit.

” saat truck mereka lewat sangat bising sekali, selain itu terasa getaran nya dikepala hingga kami kesulitan kalau mau tidur, karena mereka holling sampai Pagi hari” ucapnya.

‘Kami berharap kepada instansi terkait agar memperingati atau memberikan teguran secara tertulis kepada PT.MME , karena dampak dari kebisingan tersebut kami warga merasa terganggu, dan apabila kami sakit uang Bising yang diberikan tidak cukup untuk kami berobat, terlebih-lebih sangat menggangu Anak-anak yang pagi hari Harus sekolah,” tutur nya.

Padahal dari beberapa tahun lalu katanya mereka membuat jalan holling sendiri, tapi sampai sekarang masih Holling lewat Jalan Negara,” pungkasnya. (@Aspio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *