Program Ketahanan Pangan Hidroponik Desa S-5 Aek Nabara Hasilkan Sayuran Segar Tanpa Insektisida
LABUHANBATU – jurnalpolisi.id
Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, di mana akar tanaman menyerap nutrisi langsung dari larutan air yang telah diperkaya unsur hara. Teknik ini biasanya memanfaatkan media tanam seperti rockwool, spons, atau arang sekam, serta sangat efektif diterapkan di lahan sempit seperti pekarangan rumah, tembok, hingga ruangan apartemen.
Budidaya tanaman secara hidroponik diketahui memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya pertumbuhan tanaman lebih cepat, hasil panen lebih tinggi, serta minim serangan hama karena tidak menggunakan media tanah.
Salah satu program ketahanan pangan yang tengah dikembangkan Pemerintah Desa S-5 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, yaitu budidaya sayur-sayuran menggunakan sistem hidroponik.
Saat ditemui awak media pada Sabtu (22/11/2025), Budi, warga Desa S-5 Aek Nabara, menjelaskan bahwa program hidroponik sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan sehat dan berkualitas.
“Program ketahanan pangan dengan sistem hidroponik ini sangat bermanfaat bagi kami. Dengan adanya hidroponik, masyarakat dapat menikmati sayuran segar dan bebas insektisida,” ujar Budi.
Menurutnya, berbagai jenis sayuran sehat kini bisa dinikmati warga hasil dari program tersebut, antara lain selada, sawi manis, sawi pahit, bayam, pokcoy, dan beberapa jenis sayuran lainnya.
Budi juga menambahkan bahwa saat ini telah dibangun dua unit rumah poliponik oleh Pemerintah Desa. Ia optimistis, apabila sarana tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, Desa S-5 Aek Nabara akan menjadi daerah penghasil sayuran yang melimpah.
Sementara itu, Kepala Desa S-5 Aek Nabara, Legino, ketika dikonfirmasi mengenai dampak program tersebut, menegaskan bahwa budidaya sayur-sayuran melalui sistem poliponik merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa yang difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain membantu ketersediaan pangan, masyarakat juga dapat mengkonsumsi sayur-sayuran segar tanpa insektisida,” tegas Legino.
Legino berharap masyarakat terus mendukung dan memanfaatkan program ini agar ketahanan pangan di desa semakin kuat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
(Syarifudin)
