Proyek Optimasi Lahan di Bantarsari Cilacap Dipastikan Sesuai Spesifikasi Teknis
Cilacap, – jurnalpolisi.id
19 November 2025 – Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai dugaan pengerjaan “asal jadi” pada Proyek Optimasi Lahan Non Rawa UP3K P3A Barokah Tani di Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, dengan anggaran APBN sebesar Rp920 Juta, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah bersama UP3K P3A Barokah Tani menyampaikan klarifikasi dan bantahan.
Kami menegaskan bahwa pelaksanaan proyek infrastruktur pertanian ini telah dan akan terus dilakukan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis (Spektek) yang ditetapkan. Kontrol kualitas lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan manfaat infrastruktur bagi petani dapat optimal.
Poin-Poin Klarifikasi Terhadap Temuan di Lapangan
Menyikapi temuan yang disorot oleh awak media, berikut adalah penjelasan teknis untuk meluruskan dugaan cacat mutu:
1. Mengenai Penggunaan Adukan Semen yang Encer (Grouting)
Dugaan penggunaan adukan encer merupakan salah tafsir terhadap metode pengerjaan.
- Metode Grouting yang Tepat: Dalam konstruksi sipil, khususnya pasangan batu saluran tersier atau talud, sering digunakan metode grouting, di mana susunan batu kering (atau dengan adukan tipis/mortarnya) kemudian disiram dengan adukan semen yang lebih encer. Metode ini bertujuan untuk memastikan adukan semen dapat mengisi seluruh celah (void) dan rongga antar batu secara sempurna.
- Perbedaan Metode: Hal ini berbeda dengan metode konvensional (pasangan bata atau batu belah tebal) yang memerlukan adukan kental. Tim pengawas lapangan kami memastikan bahwa proporsi campuran semen dan pasir untuk grouting telah dihitung untuk mencapai kuat tekan yang dibutuhkan, sehingga kekuatan rekat struktural tidak berkurang, melainkan justru ditingkatkan dengan penetrasi adukan yang merata.
- Konfirmasi Pekerja: Keterangan pekerja yang menyebut “dikasih adukan encer” adalah deskripsi visual terhadap proses grouting tersebut, bukan indikasi campuran yang tidak memenuhi standar mutu.
- Mengenai Permukaan Batu Kotor dan Tanah Lumpur
Kami mengakui bahwa kebersihan material adalah aspek kritikal.
- Prosedur Pembersihan: Kami telah menginstruksikan dan mengawasi tim pelaksana untuk melakukan pembersihan material batu secara optimal sebelum pemasangan.
- Pengawasan Ketat: Jika ditemukan sisa tanah lumpur pada permukaan batu di lokasi, ini adalah temuan yang akan segera ditindaklanjuti. Pengawas proyek di lapangan telah diperintahkan untuk melakukan koreksi segera dan memastikan seluruh material batu bebas dari kotoran sebelum proses grouting dilakukan, karena kami memahami bahwa kotoran dapat menghambat ikatan antara semen dan batu.
3. Mengenai Galian Tanah yang Tidak Rata
Temuan mengenai galian yang tidak rata pada bagian bawah (pondasi) disebabkan oleh karakteristik lahan rawa/non-rawa yang tidak stabil.
- Kondisi Lahan: Lahan di Desa Bulaksari memiliki kondisi tanah yang mudah longsor, terutama saat digali. Pernyataan pekerja, “susah banget pak kami harus nimbun dulu sebelah nya karena tanah nya ngak ada,” mengindikasikan bahwa galian mengalami longsor atau amblesan lokal.
- Koreksi Pondasi: Tim pelaksana telah mengambil langkah korektif dengan melakukan penimbunan kembali (timbunan) dan pemadatan parsial untuk menstabilkan dan meratakan dasar galian sebelum pemasangan batu dimulai, guna menjamin ketebalan pondasi minimal 30\text{ cm} dan tinggi 50\text{ cm} sesuai spesifikasi teknis.
- Tujuan Akhir: Kami menjamin bahwa pada akhirnya, struktur pondasi akan rata dan stabil, sehingga risiko ketidakstabilan dan keretakan dapat dihindari.
Kepastian Kualitas dan Transparansi
Kami sangat menghargai fungsi kontrol sosial dari media. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa:
- Audit Teknis Internal: Pengawasan internal oleh tim teknis dari Dinas akan diperketat dan audit teknis komprehensif akan segera dilaksanakan di lokasi proyek untuk memverifikasi setiap tahapan pekerjaan.
- Komitmen Kual
