Alami Penajaman, Anggaran Polres Kebumen 2026 Turun 4,28 Persen

Kebumen — jurnalpolisi.id

Pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Polres Kebumen tahun anggaran 2026 mengalami penurunan sebesar 4,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan anggaran ini terungkap dalam kegiatan sosialisasi DIPA Polres Kebumen yang digelar di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, Selasa 27 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, para pejabat utama Polres Kebumen, kapolsek jajaran, awak media, tim survei eksternal, serta perwakilan personel Polres Kebumen.

Kapolres Kebumen mengatakan, sosialisasi DIPA bertujuan memberikan gambaran sekaligus informasi secara transparan kepada seluruh personel terkait alokasi dan penggunaan anggaran tahun 2026. Menurut Kapolres, keterbukaan ini dilakukan agar seluruh pihak dapat ikut mengawasi pengelolaan anggaran.

“Penggunaan anggaran harus diawasi bersama, sehingga Polres Kebumen semakin profesional dan akuntabel dalam menjalankan tugas,” kata AKBP Putu.

Dalam paparan Kabagren Polres Kebumen Kompol Sigit Prastyanto disebutkan, total anggaran Polres Kebumen pada 2026 sebesar Rp 91,8 miliar. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp 95,9 miliar.

Sejumlah program mengalami penajaman anggaran. Program profesionalisme sumber daya manusia Polri, misalnya, dari revisi anggaran Rp 25 juta pada 2025 menjadi Rp 17,4 juta pada 2026, atau turun 30,17 persen.

Program penyelidikan dan penyidikan tindak pidana juga mengalami penurunan, dari Rp 3,9 miliar pada 2025 menjadi Rp 3,6 miliar pada 2026, atau turun 7,9 persen.

Penurunan paling signifikan terjadi pada program modernisasi alat material khusus dan sarana prasarana Polri. Anggaran yang sebelumnya Rp 9,7 miliar pada 2025, pada 2026 menjadi Rp 609 juta, atau turun hingga 93,75 persen.

Sementara itu, program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) turun dari Rp 12,6 miliar pada 2025 menjadi Rp 11,8 miliar pada 2026, atau berkurang 6,5 persen.

Di sisi lain, program dukungan manajemen justru mengalami kenaikan. Dari revisi anggaran sebesar Rp 69,5 miliar pada tahun sebelumnya, meningkat menjadi Rp 75,6 miliar pada 2026, atau naik 8,89 persen.

( Arif JPN )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *