Durian Kujang Ciamis dikunjungi Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Kuda Putih

Ciamis, jurnalpolisi.id

Sabtu, 24 Januari 2026 — Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., Sultan Sepuh dari Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon yang dikenal dengan julukan Pangeran Kuda Putih pendobrak Sejarah Peteng Cirebon, melakukan Safari Silaturahmi ke wilayah Galuh (kini Kabupaten Ciamis). Kunjungan ini menjadi momentum penting yang memadukan napak tilas sejarah, dialog kebudayaan, hingga penguatan ekonomi rakyat.

Agenda Sultan Sepuh di Ciamis diawali dengan Guar Sejarah di Gunung Galuh, yang mengangkat peranan besar Pangeran Arya Natareja Muhammad Satariah dalam sejarah Galuh.

Acara ini terselenggara bersama Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, yang menghadirkan Rd. H. Muhammad Trian selaku Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, pihak kehutanan kab. Ciamis serta dipandu oleh budayawan Ciamis Mamak Romel (akrab disapa Kang Muklis). Sultan Sepuh tampil sebagai narasumber utama yang didampingi oleh jajaran keraton kasepuhan dan Stafsusnya Sandy Tumiwa, S.H. yang merupakan sosok publik figur indonesia.

Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa Pangeran Arya Natareja Muhammad Satariah merupakan sosok bangsawan multitalenta: ulama, ahli hukum, ahli tata negara, dan ahli ekonomi. Bersama Adipati Adikusuma, beliau berhasil membawa Galuh mencapai swasembada pangan, sebuah capaian monumental yang dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat.
Keduanya dimakamkan dalam satu areal di Gunung Galuh, menjadi penanda kuat kesinambungan sejarah Galuh.

Usai guar sejarah, Sultan Sepuh beserta rombongan melaksanakan ziarah ke makam Pangeran Arya Natareja Muhammad Satariah. Kunjungan ini memiliki makna mendalam karena Sultan Sepuh merupakan anak-cucu trah asli Pangeran Arya Natareja, menegaskan ikatan genealogis dan spiritual antara Cirebon dan Galuh.

Rangkaian safari kemudian berlanjut ke Durian Kujang di Cikoneng—pusat kuliner durian yang tengah viral dan dikenal luas karena kualitas duriannya yang unggul serta suasana tempat yang nyaman dan strategis.

Rombongan Sultan Sepuh disambut hangat oleh pemilik Durian Kujang, H. Wahyu, bersama istri. Suasana ramah tamah berlangsung akrab dan harmonis.

Dalam penutup kunjungan, Sultan Sepuh menyampaikan pernyataan penting:
wilayah Galuh/Ciamis merupakan bagian dari tanah ulayat Kesultanan Cirebon, termasuk lahan yang saat ini digunakan oleh Durian Kujang yang secara asal-usul berada dalam wewengkon ulayat tersebut. Pernyataan ini diperkuat dengan pemeriksaan dan pencocokan langsung terhadap arsip landreform Kesultanan yang dimiliki Sultan Sepuh.

Sebagai simbol kebersamaan dan komitmen masa depan, pertemuan diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan 10 bibit pohon durian dari Durian Kujang kepada Sultan Sepuh. Menyambut hal itu, Sultan Sepuh menyatakan rencana penanaman bibit durian di berbagai lahan wilayah ulayat Kesultanan Cirebon sebagai ikhtiar penguatan ekonomi rakyat berbasis agrikultur. Niat mulia ini disambut penuh kegembiraan oleh H. Wahyu.

Kunjungan Sultan Sepuh Cirebon—yang dikenal pula sebagai Pangeran Kuda Putih—menjadi titik kebangkitan kembali kiprah sejarah Pangeran Arya Natareja di tanah Galuh, sekaligus menautkan kembali nilai adat, sejarah, dan kesejahteraan rakyat dalam satu harmoni.

Jupri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *