Kabag Logistik Polresta Balikpapan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Penghematan Listrik dan Kendala BBM Operasional
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Apel pagi di halaman Markas Komando (Mako) Polresta Balikpapan, Rabu (14/1/2026), dipimpin oleh Kepala Bagian Logistik Polresta Balikpapan AKP Ismail Wahid. Kegiatan tersebut dilaksanakan mewakili Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold Kumontoy, S.I.K., M.Si., dan diikuti oleh pejabat utama, perwira, bintara, serta aparatur sipil negara (ASN).
Dalam amanatnya, AKP Ismail Wahid menekankan pentingnya kedisiplinan personel, kepedulian terhadap lingkungan kerja, serta tanggung jawab bersama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya terkait pengelolaan anggaran dan operasional satuan.
AKP Ismail mengawali arahannya dengan mengingatkan pentingnya membiasakan salam sebagai bagian dari etika dan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut mencerminkan sikap saling menghormati serta kedisiplinan yang harus melekat pada setiap anggota Polri.
Selain itu, ia menyoroti penggunaan listrik di lingkungan Polresta Balikpapan yang dinilai masih belum optimal. Ia mengungkapkan masih ditemukannya lampu-lampu yang menyala di sejumlah ruangan, seperti lantai dua, lantai tiga, teras, hingga area belakang kantor, meskipun telah melewati jam operasional.
“Dalam satu minggu terakhir, saya melihat masih banyak lampu di beberapa ruangan dan teras yang tidak dimatikan. Hal ini menunjukkan masih kurangnya kepedulian,” ujar AKP Ismail.
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2025 biaya listrik Polresta Balikpapan mencapai sekitar Rp2 miliar dan masih menyisakan tunggakan sekitar Rp300 juta. Sementara itu, pada tahun 2026 anggaran listrik yang tersedia hanya sekitar Rp900 juta.
“Jika tidak dilakukan penghematan secara serius, Polresta Balikpapan berpotensi kembali mengalami defisit anggaran listrik hingga lebih dari Rp1 miliar,” tegasnya.
AKP Ismail juga menyampaikan arahan pimpinan di tingkat Polda yang menekankan pengawasan ketat terhadap penggunaan listrik. Setiap personel diminta memastikan lampu dan perangkat listrik di ruangannya masing-masing dalam kondisi mati saat jam pulang. Apabila ditemukan pelanggaran secara berulang, akan diberikan teguran hingga sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan listrik, AKP Ismail turut menyinggung kendala pengadaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan dinas. Hingga pertengahan Januari 2026, Polresta Balikpapan masih mengalami kesulitan mendapatkan SPBU yang bersedia bekerja sama dalam penyaluran BBM operasional.
“Setiap tahun kita menghadapi kendala serupa. Hampir seluruh SPBU di Balikpapan enggan bekerja sama dengan Polri. Padahal BBM sangat vital untuk menunjang operasional, terutama bagi fungsi lalu lintas, Samapta, hingga kendaraan pimpinan,” ungkapnya.
Ia pun mengajak para pejabat operasional dan seluruh personel yang memiliki jaringan atau relasi dengan pengelola SPBU agar dapat membantu mencarikan solusi demi kelancaran tugas kepolisian di wilayah hukum Polresta Balikpapan.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polresta Balikpapan Ipda Sangidun membenarkan seluruh arahan yang disampaikan Kabag Logistik dalam apel pagi tersebut. Menurutnya, imbauan tersebut bertujuan untuk kebaikan organisasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Apabila bukan kita yang peduli terhadap organisasi yang kita banggakan ini, siapa lagi. Jika bukan sekarang kita berbuat, kapan lagi. Kami mengimbau kepada seluruh personel agar lebih peduli terhadap kondisi organisasi Polri, khususnya Polresta Balikpapan, demi pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik ke depan,” ujar Ipda Sangidun.
( Alfian )
