Kang Joker: Jabar 2026 Sedang “Cuci Piring” Akibat Warisan Utang Masa Lalu

BANDUNG, – jurnalpolisi.id

Ketua Umum LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI), Rohimat atau yang akrab disapa Kang Joker, menyoroti realitas pahit di balik kemegahan citra Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi saat ini bak menerima warisan brankas kosong yang dipenuhi tagihan.

“Kita sering terbuai oleh monumen megah dan keriuhan di media sosial. Tapi begitu lampu sorot dimatikan, barulah kita mencium aroma beban fiskal yang sebenarnya. Tahun 2026 ini bukan fajar baru yang cerah, tapi fajar yang tertutup awan hitam ‘warisan beracun’ masa lalu,” ujar Kang Joker dalam keterangannya, pada Kamis (8/1/2026).

Kang Joker membeberkan bahwa Jawa Barat saat ini sedang mengalami puasa paksa. Ia merinci adanya potensi dana pembangunan sebesar Rp3 Triliun yang hilang akibat beban sejarah.

“Ada Rp621 Miliar tagihan proyek masa lalu yang dibebankan ke masa depan, ditambah pemangkasan dana pusat triliunan rupiah. Rakyat harus tahu, kita sedang menyeret beban utang yang menggunung. Proyeknya dinikmati dulu, tapi piring kotornya ditinggalkan untuk kita cuci sekarang,” tegas Ketum PMPRI.

Lebih lanjut, Kang Joker mengkritik alokasi APBD yang tersedot untuk biaya operasional aset-aset yang ia sebut sebagai monumen ego, sementara kebutuhan dasar rakyat terpinggirkan.

“Hati saya sakit melihat Rp50 Miliar per tahun habis hanya untuk operasional Masjid Al Jabbar dan Rp100 Miliar untuk subsidi Bandara Kertajati. Di sisi lain, kita punya lubang BPJS sebesar Rp300 Miliar. Uang yang harusnya untuk sekolah anak miskin malah tersedot untuk merawat tembok beton ambisi masa lalu,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Kang Joker menyatakan PMPRI berdiri mendukung langkah Dedi Mulyadi yang memilih jalan pengorbanan. Dia menilai efisiensi yang dilakukan gubernur saat ini adalah langkah nyata menyelamatkan martabat Jabar.

“Kang Dedi memilih tidak membeli baju dinas, menghapus kendaraan baru, bahkan meniadakan perjalanan dinasnya sendiri. Ini tamparan bagi gaya hidup mewah pejabat sebelumnya. Beliau memangkas urat nadi fasilitasnya agar anggaran jalan rakyat bisa naik ke angka Rp4,5 Triliun. Ini kepemimpinan yang tahu diri,” puji Kang Joker.

Sebagai penutup, Kang Joker menegaskan bahwa PMPRI akan terus mengawal agar setiap rupiah uang rakyat kembali ke aspal jalanan, bukan ke kantong pejabat atau seremonial semu.

“Mata kita sudah terbuka. Di balik slogan Jabar Juara yang dulu, ada fiskal yang sengsara sekarang. Pesta sudah usai, Tuan Kamil. Sekarang waktunya kerja keras membereskan sisa-sisanya. Save Jawa Barat,” pungkasnya.

LSM PMPR Indonesia
Jurnalis : DRIVANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *