Kepala SMP Negeri 4 Balikpapan Tekankan Peran Orang Tua Cegah Tawuran Remaja
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Kepala SMP Negeri 4 Balikpapan, H. Afandi, S.Pd., menekankan pentingnya peran orang tua dan pengawasan lingkungan dalam mencegah potensi tawuran remaja, menyusul adanya insiden hampir terjadinya tawuran yang melibatkan pelajar di Kota Balikpapan.
Hal tersebut disampaikan H. Afandi saat wawancara khusus di lingkungan SMP Negeri 4 Balikpapan, kKompleks Pelajar Sidodadi, pada Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, pihak sekolah telah mengambil langkah cepat dengan memberikan imbauan dan pembinaan kepada para siswa agar lebih selektif dalam memilih pergaulan, terutama di luar lingkungan sekolah.
“Kami sudah menyampaikan kepada anak-anak agar lebih berhati-hati dalam berteman. Pilih pergaulan yang membawa manfaat dan jangan mudah terpengaruh ajakan yang berpotensi merugikan diri sendiri,” ujar Afandi.
Ia menjelaskan, salah satu faktor pemicu kerawanan adalah pergaulan dengan remaja yang tidak bersekolah, yang dinilai memiliki pola aktivitas dan waktu luang berbeda. Meski demikian, Afandi menegaskan pihak sekolah tidak bermaksud mendiskriminasi siapa pun.
“Kami tidak melarang berteman, tetapi perlu ada kontrol. Anak yang bersekolah memiliki kewajiban waktu belajar dan istirahat. Jika ada teman yang tidak bersekolah, justru kami dorong untuk diajak kembali mengenyam pendidikan, misalnya melalui SKB,” jelasnya.
Terkait penggunaan media sosial dan grup percakapan yang diduga menjadi pemicu, Afandi mengakui bahwa pengawasan terhadap grup daring tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh sekolah. Namun, siswa diimbau agar bijak dan tidak aktif menanggapi percakapan yang tidak bermanfaat atau berpotensi memicu konflik.
“Kalau grup itu tidak bermanfaat, tidak perlu direspons. Anak-anak harus pintar menyaring informasi dan pergaulan digital,” tegasnya.
Sebagai langkah pembinaan, pihak sekolah juga melakukan komunikasi langsung dengan orang tua siswa yang terlibat. Orang tua diminta untuk lebih aktif mengontrol aktivitas anak, terutama jam pulang dan jam istirahat malam.
“Kunci utamanya adalah komunikasi dan pengawasan orang tua. Jam pulang dan jam tidur anak harus jelas. Jangan sampai anak-anak dibiarkan tanpa kontrol,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Afandi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Balikpapan Barat yang dinilai cepat merespons informasi sehingga potensi tawuran dapat dicegah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Balikpapan Barat yang bergerak cepat. Jika terlambat sedikit saja, dampaknya bisa lebih serius. Kami berharap pengawasan terhadap anak-anak terus dilakukan karena potensi kerawanan bisa muncul kapan saja, terutama melalui media sosial,” ungkapnya.
Ia menutup dengan pesan kepada seluruh orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi pergaulan anak-anak, mengingat usia remaja sangat rentan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan maupun dunia digital.
( Alfian )
