Mempererat Ukhuwah, Gus Abbas Buntet Isi Tausiyah Isra Wal Mi’raj di Masjid Ainul Yaqin Cilacap
CILACAP – jurnalpolisi.id
Bantarsari, – Gema salawat dan suasana khidmat menyelimuti Dusun Sitinggil, Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap pada Jumat (23/1/2026). Ratusan jamaah memadati Masjid Ainul Yaqin (RT 02 RW 03) untuk memperingati peristiwa agung Isra Wal Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Acara ini menghadirkan penceramah kharismatik asal Cirebon, KH. Muhammad Abbas Billy Yachsy (Gus Abbas), pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah, Buntet Pesantren. Kehadiran beliau menjadi magnet bagi warga, tidak hanya dari Desa Rawajaya tetapi juga dari wilayah sekitarnya di Kecamatan Bantarsari.
Sinergi Ormas dan Tokoh Masyarakat
Peringatan ini menjadi istimewa dengan hadirnya kolaborasi lintas elemen. Selain tokoh agama dan pemerintah desa, tampak hadir jajaran pengurus Pemuda Pancasila (PP) MPC Kabupaten Cilacap, Delun Seto. Keterlibatan ormas ini memberikan dukungan penuh, mulai dari pengamanan hingga bantuan teknis selama acara berlangsung.
”Kehadiran kami adalah bentuk bakti Pemuda Pancasila kepada ulama dan masyarakat. Kami ingin memastikan syiar Islam di Bantarsari berjalan aman dan penuh kedamaian,” ujar perwakilan PP Delun Seto di sela-sela acara.
Pesan Transformasi Spiritual dan Nasionalisme
Dalam tausiyahnya, Gus Abbas menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan sejarah, melainkan simbol transformasi spiritual bagi umat Islam. Beliau menyampaikan empat poin utama:
Transformasi Spiritual: Salat lima waktu sebagai sarana meningkatkan derajat manusia di hadapan Allah.
Persatuan Umat: Pentingnya menjaga Ukhuwah Islamiyah di tengah perbedaan demi keutuhan NKRI.
Peran Pemuda: Apresiasi terhadap pemuda yang aktif mendukung dakwah di desa.
Religiusitas & Nasionalisme: Menegaskan bahwa nilai-nilai Islam sejalan dengan semangat Pancasila dalam kehidupan bernegara.
Harapan bagi Masyarakat Rawajaya
Pemerintah Desa Rawajaya dan pengurus Takmir Masjid Ainul Yaqin berharap momentum ini dapat memperkuat semangat gotong royong warga. Salah satu panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak warga kembali meramaikan masjid dan mempererat tali silaturahmi.
”Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi pengingat bagi kita semua untuk kembali ke masjid dan memperkuat tali silaturahmi antar warga,” ungkap perwakilan panitia.
Acara yang berlangsung hingga menjelang malam ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Abbas. Suasana haru dan penuh kekeluargaan sangat terasa saat sesi ramah tamah, di mana jamaah berkesempatan berinteraksi langsung dengan sang ulama sebelum beliau bertolak kembali ke Cirebon.
(Syai)
