​Optimasi Lahan Kementan Berhasil, Petani Ujung Gagak Cilacap Kini Panen Dua Kali Setahun

CILACAP – jurnalpolisi.id

Program Optimasi Lahan (Opla) non-rawa dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang didanai melalui APBN Tugas Pembantuan (TP) membawa perubahan signifikan bagi sektor pertanian di Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Program ini terbukti berhasil meningkatkan produktivitas lahan yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani setempat.

​Sebelum adanya program ini, para petani di wilayah Kecamatan Kampung Laut hanya mampu melakukan satu kali masa tanam dan panen dalam setahun (IP 100). Namun, berkat kegiatan konstruksi optimasi lahan yang tepat sasaran, kini petani mulai menikmati hasil panen dua kali setahun (IP 200).
​Apresiasi dari Kelompok Tani
​Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Desa Ujung Gagak, Kusiman, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pemerintah pusat. Menurutnya, manfaat dari program ini sangat dirasakan nyata oleh masyarakat.

​”Saya berterima kasih sekali kepada pemerintah pusat yang sudah membantu program pertanian ini. Manfaatnya sangat besar. Yang tadinya hanya panen padi satu kali, sekarang sudah bisa dua kali. Bahkan, kami merencanakan untuk bisa sampai tiga kali panen (IP 300) ke depannya,” ujar Kusiman saat ditemui awak media.

​Kebutuhan Irigasi dan Alsintan Masih Menjadi Harapan

​Meski produktivitas meningkat, Kusiman menyampaikan bahwa masih ada beberapa tantangan infrastruktur yang perlu dibenahi untuk memaksimalkan potensi lahan seluas 150 hektar di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan Irigasi Pompa (Irpom) dan sistem irigasi permanen masih sangat dibutuhkan.

​”Harapan kedepan, wilayah kami masih kekurangan Irpom dan irigasi yang cakupannya mencapai 150 hektar. Kami juga sangat membutuhkan tambahan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) seperti traktor. Saat ini sudah dalam proses pengajuan, kami sangat menantikan realisasinya,” tambahnya.

​Distribusi Pupuk Berjalan Lancar

​Terkait ketersediaan sarana produksi, Kusiman menjelaskan bahwa distribusi pupuk di wilayah Ujung Gagak tergolong stabil dan harganya terjangkau bagi petani. Hal ini menjadi faktor pendukung penting dalam keberhasilan musim tanam tahun ini.

​”Alhamdulillah, urusan pupuk lancar dan tidak kekurangan. Harganya pun sudah murah, Urea Rp90.000 dan Phonska Rp92.000 per karung isi 50 kg,” pungkasnya.

​Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan kelompok tani, diharapkan kemandirian pangan di tingkat desa, khususnya di Kecamatan Kampung Laut, dapat terus diperkuat melalui pemenuhan fasilitas alat mesin pertanian dan perbaikan jaringan irigasi yang lebih luas.
(Syai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *