Pagelaran Striking One 2026 menjadi salah satu ajang tarung pencarian bakat

Bandung – jurnalpolisi.id

Pagelaran Striking One 2026 menjadi salah satu ajang tarung pencarian bakat yang digelar oleh Merah Putih Hitam (MPH) Community di GOR Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini menjadi debut event fighting resmi MPH yang sekaligus digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun komunitas tersebut yang ke-17.

Striking One 2026 membuka dua cabang olahraga tarung, yakni Boxing dan Kick Boxing, dengan mempertandingkan berbagai kelas mulai dari amatir, profesional, hingga kelas artis. Ajang ini diikuti oleh sekitar 120 fighter dari berbagai kategori, yang berasal dari wilayah Bandung Raya dan sekitarnya.

Menariknya, peserta yang ambil bagian tidak hanya dari kalangan dewasa, tetapi juga dari usia muda. Tercatat fighter berusia sekitar 10 hingga 12 tahun turut ambil bagian di kelas amatir, selain peserta kelas profesional serta petarung perempuan yang turut meramaikan kompetisi.

Acara ini mendapat perhatian dari berbagai pihak dan dihadiri oleh perwakilan Kesbangpol Kota Bandung, Dispora Kota Bandung, KONI Kota Bandung, anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Kapolsek, Danramil, serta unsur masyarakat dan komunitas olahraga bela diri.

Ketua Umum MPH Community, Ridwan Ginanjar, SH., menjelaskan bahwa Striking One merupakan ajang fighting perdana yang digelar MPH sebagai bentuk komitmen dalam membina dan menyalurkan minat bakat generasi muda di bidang olahraga tarung.

“Di ulang tahun MPH yang ke-17 ini, kami menggelar fighting perdana yang kami beri nama Striking One. Pesertanya total 120 fighter, mulai dari kelas amatir, profesional, artis, hingga influencer. Ada juga fighter perempuan,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan, event ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan. Ke depan, MPH menargetkan Striking One bisa digelar secara rutin setiap enam bulan, atau minimal satu kali dalam setahun, sebagai wadah resmi bagi para fighter muda.

“Insya Allah harapan saya, mewakili pemuda Jawa Barat, event ini bisa berkelanjutan. Mudah-mudahan bisa digelar per enam bulan, minimal satu tahun sekali,” ungkapnya.

Ridwan menegaskan bahwa Striking One bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan ruang positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi, disiplin, dan sportivitas melalui olahraga tarung yang terorganisir dan berizin.

Melalui kegiatan ini, MPH Community ingin mencegah generasi muda terjerumus ke dalam aktivitas negatif dengan menghadirkan alternatif kegiatan yang sehat, kompetitif, dan berprestasi.

Striking One 2026 diharapkan menjadi wadah resmi dan berkelanjutan bagi para fighter milenial dan generasi muda di Kota Bandung dan sekitarnya, sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet tarung berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, MPH Community optimistis Striking One akan menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekosistem olahraga tarung sekaligus membangun karakter generasi muda melalui semangat Merah Putih.

Tanjung Hamirzen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *