PLH Wakapolres Balikpapan Serahkan Remaja Terduga Tawuran ke Orang Tua, Tekankan Pembinaan dan Pengawasan Ketat

BALIKPAPAN – jurnalpolisi id

Para remaja tersebut secara resmi diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing untuk mendapatkan pembinaan lanjutan.
Penyerahan dilakukan di Mapolsek Balikpapan Barat dan dihadiri unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, pihak sekolah, serta orang tua. Dalam kesempatan itu,

Pelaksana Harian (PLH) Wakapolres Balikpapan, Kompol Teguh Sanyoto, S.H., M.H., menyampaikan pesan moral dan pembinaan kepada para remaja dan orang tua.

Kompol Teguh menegaskan bahwa keberhasilan aparat mencegah terjadinya tawuran merupakan bentuk kasih sayang Tuhan dan kesempatan bagi para remaja untuk memperbaiki diri.

“Alhamdulillah, kejadian ini tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih luas. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada kita semua, karena adik-adik masih diberi kesempatan untuk berubah dan memperbaiki masa depan,” ujarnya.

Ia mengajak para remaja untuk merenungkan perbuatan yang telah dilakukan serta mengingat pengorbanan dan harapan orang tua agar anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Menurut Kompol Teguh, peristiwa ini harus dijadikan pelajaran berharga, baik bagi anak-anak, orang tua, maupun lingkungan sekitar. Ia mengingatkan bahwa sejumlah kasus serupa di tempat lain berujung pada proses hukum yang merugikan masa depan generasi muda.

“Pelajaran tidak harus kita alami sendiri. Cukup lihat kejadian orang lain, dari lingkungan maupun media sosial. Yang baik ditiru, yang tidak baik jangan diikuti,” tegasnya.

Dalam arahannya, Kompol Teguh juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk karakter anak. Ia mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase yang labil dan sangat rentan terhadap pengaruh pergaulan serta media sosial.

“Kami dari kepolisian tidak mungkin mengawasi anak-anak selama 24 jam. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk membatasi pergaulan, jam keluar malam, serta terus mengingatkan dan membimbing anak-anaknya,” katanya.

Selain itu, ia mendorong para remaja untuk fokus pada prestasi, akhlak, dan ibadah, bukan sekadar mengikuti tren gaya hidup yang berpotensi menjerumuskan.
“Yang dilihat bukan gayanya, tapi prestasinya, akhlaknya, ibadahnya, dan baktinya kepada orang tua. Masa depan adik-adik masih panjang dan sangat berharga,” tambahnya.

Kompol Teguh juga mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari orang tua, sekolah, kelurahan, hingga tokoh lingkungan, untuk bersama-sama melakukan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Menutup arahannya, ia berharap pembinaan yang dilakukan dapat menjadi titik balik bagi para remaja untuk berubah ke arah yang lebih baik serta menjaga Kota Balikpapan tetap aman dan kondusif.

“Mari kita saling mengingatkan, saling mendoakan, dan bersama-sama menjaga Balikpapan agar tetap aman, tertib, dan damai,” pungkasnya.
( Alfian )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *