Polisi Selidiki Motif Penikaman yang Tewaskan Penjaga Toko di Balikpapan

BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan masih mendalami motif di balik kasus penikaman yang menewaskan seorang penjaga toko kelontong berinisial AS (19) di Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, Senin (26/1/2026).

Kapolsek Balikpapan Utara AKP Agus Fitriadi S.H.M.H mengatakan, laporan terkait peristiwa tersebut diterima pihak kepolisian sekitar pukul 11.40 Wita. Usai menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area sekitar.

“Kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 11.40 Wita. Personel segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban serta mengamankan TKP,” ujar AKP Agus kepada wartawan, Senin.(26/1/2026)

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko kelontong. Saat petugas tiba di lokasi, korban telah meninggal dunia akibat luka tusukan.

Dalam proses penyelidikan, kepolisian telah mengamankan sejumlah orang untuk dimintai keterangan. Namun, hingga kini polisi belum dapat memastikan keterlibatan masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.
“Beberapa orang sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan. Saat ini kami masih mendalami peran dan keterkaitannya dengan kejadian tersebut,” jelas Agus.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap kronologi peristiwa. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya pakaian korban, rekaman kamera pengawas (CCTV), serta sebuah topi yang ditemukan di sekitar TKP.

Terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan perampokan, AKP Agus menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.
“Bukan perampokan.
Peristiwa ini murni penikaman. Untuk motifnya masih kami dalami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RT 08 Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Bambang Sriwaluyo, menyebutkan bahwa dugaan awal sempat mengarah pada aksi perampokan. Namun, setelah dilakukan pengecekan, kondisi warung dinilai tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kehilangan barang.

“Warung dalam keadaan rapi dan tidak ada barang yang hilang. Dari situ muncul dugaan bahwa peristiwa ini kemungkinan dilatarbelakangi persoalan lain,” kata Bambang.

Ia juga menambahkan bahwa korban bukan warga tetap di lingkungan tersebut dan belum tercatat secara administratif. Selama ini, tidak ada laporan dari warga terkait adanya konflik antara korban dengan masyarakat sekitar.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa penikaman yang merenggut nyawa penjaga toko kelontong tersebut.
( Alfian )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *