Polsek Balikpapan Barat Amankan 14 Remaja, Cegah Tawuran Berkat Informasi Warga
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Kapolsek Balikpapan Barat AKP Sukarman Sarun, S.H. menjelaskan, pengamanan dilakukan berkat informasi masyarakat yang diterima polisi terkait adanya dugaan rencana tawuran di wilayah Balikpapan Barat.
“Alhamdulillah, berkat informasi dari masyarakat yang segera kami tindak lanjuti bersama personel gabungan Polsek, Polresta, dan warga, potensi tawuran berhasil dicegah sehingga tidak sampai terjadi,” ujar AKP Sukarman usai pertemuan bersama lurah, pihak sekolah, Bhabinkamtibmas, serta orang tua.
Dalam kegiatan tersebut, polisi mengamankan 14 anak, sebagian besar masih berusia di bawah umur, dalam rentang waktu pukul 00.00 hingga 04.00 Wita. Mereka ditemukan sedang berkumpul di beberapa titik berbeda, di antaranya di area balai, sekitar rumah warga yang sepi, kolam rumah, serta di pinggir Jalan Alambang.
“Sebagian anak sempat melarikan diri saat patroli datang, namun sebagian lainnya berhasil kami amankan di tiga lokasi berbeda,” jelas Kapolsek.
AKP Sukarman menegaskan bahwa langkah yang diambil kepolisian lebih mengedepankan pencegahan dan pembinaan, bukan penindakan hukum. Seluruh anak yang diamankan telah diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing untuk dibina dan diawasi secara bersama-sama.
“Kami libatkan orang tua, pihak sekolah, kelurahan, LPM, dan tokoh masyarakat. Di rumah tanggung jawab orang tua, di sekolah oleh guru, dan di lingkungan oleh masyarakat serta kepolisian,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua buah mata busur, satu katapel, dan satu anak panah. Namun Kapolsek menegaskan bahwa barang-barang tersebut tidak ditemukan pada anak-anak yang diamankan, melainkan berada di sekitar lokasi.
“Barang bukti itu kami temukan di sekitar tempat berkumpul, bukan dibawa langsung oleh anak-anak,” tegasnya.
Terkait dugaan pihak yang akan terlibat, AKP Sukarman menyebut bahwa anak-anak yang diamankan merupakan remaja lokal yang diduga akan melakukan tawuran, yang kemungkinan berkaitan dengan peristiwa sebelumnya di wilayah Borobudur. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum menemukan indikasi pergerakan tawuran yang kuat.
“Kami tidak underestimate. Begitu ada informasi, tetap kami tindak lanjuti sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari.
“Pesan kami kepada orang tua, mohon anak-anaknya diawasi, jangan sampai larut malam masih berada di luar rumah. Di luar banyak potensi gangguan yang bisa berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
( Alfian )
