Proyek Tembok Penahan Jalan di Jalan Tawalib Muara Enim Dikeluhkan Warga

Muara Enim – jurnalpolisi.id

Proyek pembangunan Tembok Penahan Jalan (TPJ) di Jalan Tawalib, Kelurahan Air Lintang, Kabupaten Muara Enim, menjadi perhatian masyarakat pengguna jalan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Nine Nine Jaya asal Kota Palembang tersebut merupakan kegiatan Tahun Anggaran 2025, dengan kontrak pekerjaan dimulai pada 14 Juli 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan proyek tersebut telah selesai sekitar satu bulan lalu. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kerusakan di beberapa titik. Pantauan awak media mendapati badan jalan mengalami amblas, sementara struktur tembok penahan terlihat tidak lagi rata dan diduga mengalami penurunan.

Hingga Sabtu, 3 Januari 2026, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan di lokasi proyek. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat usia bangunan yang masih tergolong baru.

Selain itu, sistem drainase di sekitar lokasi proyek juga menjadi sorotan. Saat hujan deras, air dilaporkan tidak mengalir dengan baik dan justru menggenangi badan jalan. Genangan tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan serta dapat mempercepat kerusakan infrastruktur.

Warga sekitar menyayangkan kondisi tersebut dan mempertanyakan fungsi pengawasan dari pihak terkait. Menurut mereka, proyek Tembok Penahan Jalan yang baru selesai seharusnya masih dalam kondisi layak dan aman digunakan.

Salah seorang warga setempat, Ansori, mengatakan bahwa pekerjaan TPJ tersebut baru selesai sekitar satu bulan, namun kondisinya sudah mengalami kerusakan.

“Baru selesai, tapi sudah amblas. Kami sangat menyayangkan hasil pekerjaan ini. Seharusnya bangunan seperti ini bisa bertahan lama dan menjamin keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi jalan yang amblas dan tergenang air saat hujan deras sempat menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terjatuh. Hal ini menambah kekhawatiran warga karena lokasi tersebut dinilai rawan kecelakaan.

Untuk kepentingan keberimbangan informasi, pihak media telah berupaya menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait guna meminta klarifikasi mengenai kondisi proyek tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi.

ALIF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *