Subsatgas Bandara Pastikan Pengamanan Kedatangan Presiden RI di Bandara SAMS Berjalan Humanis dan Terukur
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Subsatgas Pengamanan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memastikan kesiapan penuh dalam pengamanan kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI-1) selama rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Timur.
Komandan Subsatgas Pengamanan Bandara Balikpapan, Letkol Apriyono Prihantoro, mengatakan pengamanan di kawasan bandara menjadi bagian krusial dalam sistem pengamanan VVIP Presiden RI. Hal itu disampaikannya saat wawancara khusus yang didampingi Wakil Komandan Subsatgas AKP Akbar Pontoh, S.H., di Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Letkol Apriyono yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Teritorial Lanud Dhomber menjelaskan, seluruh personel pengamanan telah melalui apel kesiapan, pengecekan kekuatan, serta pembagian tugas dan plotting pada masing-masing sektor pengamanan.
“Kami bertugas mengamankan seluruh lingkup Bandara SAMS Sepinggan. Seluruh personel telah diploting sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, baik pada ring pengamanan maupun unsur pendukung,” ujar Letkol Apriyono.
Ia mengungkapkan, sebanyak 132 personel gabungan dikerahkan untuk melaksanakan pengamanan di kawasan bandara. Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, serta instansi pendukung lainnya yang tergabung dalam sistem pengamanan berlapis.
Dalam pelaksanaan tugas, seluruh personel diwajibkan menjalankan pengamanan secara profesional, humanis, dan terukur, sebagaimana penekanan Komandan Korem 091/Asn dalam rapat koordinasi pengamanan sebelumnya.
“Pengamanan harus dilaksanakan secara humanis, tidak arogan, serta tetap mengedepankan tindakan yang terukur sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, Letkol Apriyono juga menekankan larangan pengambilan dokumentasi secara terbuka atau vulgar terhadap Presiden maupun pejabat negara lainnya. Dokumentasi hanya diperbolehkan untuk kepentingan laporan internal dan dilakukan secara tidak mencolok.
“Fokus utama personel adalah pengamanan, bukan dokumentasi,” tambahnya.
Penekanan lainnya adalah sikap personel saat bertugas di lapangan. Personel pengamanan diminta untuk tidak menghadap ke objek yang diamankan, melainkan menghadap ke arah sumber potensi ancaman guna meningkatkan kewaspadaan.
“Posisi pengamanan diarahkan untuk mengantisipasi potensi bahaya, dengan membelakangi objek dan memantau lingkungan sekitar,” jelasnya.
Dengan kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta penerapan prosedur pengamanan yang ketat, Letkol Apriyono berharap seluruh rangkaian kedatangan hingga keberangkatan Presiden RI melalui Bandara SAMS Sepinggan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Kami berharap seluruh rangkaian pengamanan berjalan sukses hingga Presiden RI melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya,” pungkasnya.
(Alfian)
