Taman Maramis ‘Disulap’ Jadi Garasi Gerobak, Warga Protes
PROBOLINGGO, – jurnalpolisi.id
Alih fungsi fasilitas umum (fasum) di Taman Maramis, Kota Probolinggo, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, area yang seharusnya menjadi ruang publik yang asri kini justru beralih fungsi menjadi tempat “parkir” permanen gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL). Kondisi ini dikeluhkan warga karena dianggap merusak estetika dan kenyamanan taman.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah gerobak dagangan tampak dibiarkan terparkir di dalam area taman, baik siang maupun malam hari. Keberadaan gerobak-gerobak tersebut membuat tata ruang taman terlihat semrawut, sehingga mempersempit ruang gerak warga yang ingin berolahraga atau sekadar membawa anak-anak bermain.
“Sangat mengganggu. Taman ini seharusnya bersih dan nyaman untuk bersantai, tapi sekarang malah terlihat seperti tempat parkir gerobak,” keluh salah satu pengunjung setia Taman Maramis, Jum’at (16/1).
Menanggapi keresahan tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo menyatakan komitmennya untuk segera melakukan penertiban. Mereka menegaskan bahwa pemanfaatan fasum taman tidak boleh menyalahi peruntukan aslinya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Namun, meski pernyataan resmi telah dikeluarkan, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Gerobak-gerobak PKL masih bebas “ngetem” di area taman tanpa ada pengawasan ketat.
Kini, masyarakat Kota Probolinggo menagih langkah tegas dan konsisten dari pemerintah kota. Harapannya, Taman Maramis bisa segera dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik yang tertib, nyaman, dan indah bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Alex)
