Tingkatkan literasi warga binaan Lapas Kelas IIA Banda Aceh hadirkan sarana membaca di dalam blok hunian
Banda Aceh – jurnalpolisi.id
Lapas Kelas IIA Banda Aceh kembali melakukan terobosan baru dalam memperkuat komitmen terhadap pembinaan literasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menghadirkan sarana membaca di dalam blok hunian, yakni “Ruang Baca Labanda”, Sabtu (24/01/2026).
Ruang Baca Labanda berlokasi langsung di kawasan blok hunian, sehingga memudahkan akses WBP untuk mendatangi ruang baca. Kehadiran ruang baca ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi, meningkatkan minat baca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan WBP sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian secara berkelanjutan.
Tidak hanya itu Ruang baca Labanda juga dapat berfungsi sebagai sarana konseling bagi para warga binaan baik secara individu maupun kelompok dengan partisipasi aktif oleh peserta magang yang berasal dari Jurusan ilmu Psikologi.
Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Kelas IIA Banda Aceh dalam mendukung pembinaan berbasis edukasi dan pengembangan sumber daya manusia. Literasi ini dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam membentuk pola pikir positif, meningkatkan kemampuan berpikir intelektual, serta mempersiapkan WBP agar lebih siap kembali ke masyarakat dengan memiliki pahaman dan wawasan secara luas usai menjalani proses masa pembinaan di Lapas.
Kepala Lapas, Edi Cahyono, dalam beda kesempatan mengatakan bahwa terobosan ini merupakan salah satu sarana agar para WBP dapat meningkatkan minat baca karena jarak untuk mengakses menuju ke tempat membaca sangat begitu dekat.
“Ini merupakan suatu inovasi dalam meningkatkan literasi dan wawasan pengetahuan melalui jendela dunia, selain itu, sebagai Implementasi dalam Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan” ungkapnya.
Sementara itu, Lapas Kelas IIA Banda Aceh juga menerima bantuan sebanyak 100 eksemplar buku dengan berbagai judul dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Bantuan tersebut menambah koleksi bacaan di Perpustakaan Lapas, mulai dari buku pengetahuan umum, keterampilan, hingga bacaan pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan pembinaan WBP.
Dengan bertambahnya koleksi dan hadirnya Ruang Baca Labanda di dalam kawasan blok hunian, diharapkan aktivitas membaca dapat menjadi bagian dari keseharian WBP dan meningkatkan minat baca bagi warga binaan yang buta huruf sehingga mereka mampu membaca melalui program tersebut.
Lapas Kelas IIA Banda Aceh berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan literasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, edukatif, berwawasan dan berorientasi pada perubahan perilaku yang positif
Zainal
