Sebaiknya Pembantu Presiden, Mengunakan Metode Blusukan agar Mengerti Kesulitan Rakyat

Catatan  : KP Norman Hadinegoro. Jakarta – jurnalpolisi.id KP Norman Hadinegoro, Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara, Dewan pembina Aliansi Wartawati Indonesia, pendiri Lembaga Aliansi Indonesia dan relawan tegak lurus, berharap kepada para menteri mampu melayani kesulitan rakyat Indonesia dan memiliki rasa sensitif atas kesulitan rakyat indonesia akibat covid 19. Sebaiknya dalam periode terakhir kepemimpinan Presiden Jokowi para Menteri peka dan tanggap  menyerap aspirasi rakyat dalam kesulitan yang menghimpit akibat covit 19. Bayangkan jika semua Menteri yang ditunjuk Presiden Jokowi  dapat memahami dan menggunakan metode Blusukan yang sudah terkenal itu taktis dan praktis  sudah teruji dalam melakukan perubahan besar bagi rakyat Indonesia   pada seluruh lini IPOLEKSOSBUDHANKAM. Seharusnya para Menteri malu melihat kekesalan Presiden Jokowi berkali kali dalam rapat rapat Kabinet  dan para Menteri menjadi cemoohan di media media sosial, terkesan tidak bisa bekerja, belum layak menjadi pembantu Presiden.Setiap hari Presiden Jokowi melalukan Blusukan tampa kenal lelah, karena Presiden Jokowi diberikan mandat oleh rakyat Indonesia dan konstitusi agar membawa harapan rakyat Indonesia maju dan berkembang pesat. Presiden Jokowi selalu blusukan  menanyakan langsung ke rakyat atas apa kesulitannya dari para mafia pertanahan, langkanya minyak goreng, naiknya harga BBM .sampai transpotasi, keamanan, kesehatan,, harga harga  kebutuhan pangan,  dan situasi politik menjelang lebaran Idhul Fitri .Disisi lain para pembantu Presiden ialah beberapa menteri terkesan sibuk sendiri sendiri untuk pencitraan   Pilpres 2024 yang masih dua tahun lagi. Metode Blusukan akan menjadi  kerja para pembantu Presiden para Menteri tentunya bisa mengatasi kesulitan rakyat Indonesia  menjelang lebaran diperkirakan ada arus mudik besar besaran yang sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia.Secara logika, metode Blusukan ini sudah  populer dan ditiru  pemimpin dunia dari tingkat penentu kebijakan sampai menteri ternyata efektip. Filosofi Blusukan  efektip.Blusukan adalah cara Presiden Jokowi “MEMINTA MAAFf” mewakili pemimpin-pemimpin yang selama ini salah memperlakukan rakyat.Blusukan benar-benar merupakan maaf yang tulus dengan mendudukan kembali rakyat Indonesia sesuai posisinya sebagai orang-orang yang dilayani. Blusukan Presiden Jokowi adalah  tindakan kongkret dekat dengan rakyat melayani secara tepat dan bottom-up. Blusukan Jokowi sudah lama dirintis semenjak menjadi Walikota, Gubernur Jakarta sampai dua periode Presiden RI .Pepatah Vox populi vox Dei, Suara Rakyat adalah suara Tuhan, Menjadi dasar Presiden Jokowi. Massive Action. Blusukan adalah  Rendah Hati pemimpin yang amanah kepada rakyat melayani demi Negara,Presiden Jokowi dalam tindakan dan tutur katanya sudah sangat jelas menunjukkan kualitas kerendahan hatinya. seharusnya menjadi spirit  di jajaran para Menteri .Point terakhir dari kami adalah bahwa yang diberi amanah harus  benar-benar mencintai negeri ini dan mencintai rakyat ini.Namun, dalam melaksanakan amanat rakyat,  tak segan-segan bersinggungan dengan Mafia  “penjahat-penjahat” negeri yang berkedok melayani rakyat padahal ujung-ujungnya menggelembungkan kantongnya sendiri. Bekerjalah dengan Cinta  walaupun  tidak dapat menyenangkan semua orang. Kepentingan negara-rakyat dan konstitusi menjadi pijakan. Kita  mengamalkan cinta  sekalipun mesti melukai orang-orang yang berseberangan. yang menghina, menghujat.  Jadilah pembantu Presiden   yang penuh cinta. rakyat Indonesia  yang didamba di negeri ini. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *