Penyidik Kejari Diminta Aktif, Rekaman Suara HC Jadi Atensi Publik

Kerinci – jurnalpolisi.id

Kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Kerinci, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,7 miliar, terus menjadi perhatian publik.

Belakangan, beredar rekaman suara yang disebut-sebut terkait perkara ini. Selain itu, informasi mengenai pengembalian sejumlah dana oleh pihak tertentu juga ramai diperbincangkan di media sosial. Kondisi tersebut memunculkan desakan agar penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh lebih aktif menindaklanjuti setiap petunjuk yang berkembang.

Ketua LSM Semut Merah, Aldi, saat dikonfirmasi awak media, mengakui adanya rekaman yang beredar tersebut.
“Benar, rekaman itu memang ada. Selain itu, saya juga memiliki rekaman lain terkait dugaan pengembalian fee oleh oknum tertentu kepada keluarga terdakwa,” ujarnya.

Namun, Aldi menyayangkan langkah Kejari yang dinilai masih belum maksimal.
“Kami berharap Kejari menindaklanjuti bukti awal itu. Publik menunggu keseriusan aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini,” katanya.

Aldi menambahkan, pihaknya mendesak agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi turut mengawal penanganan kasus PJU di Kerinci, sehingga penegakan hukum berjalan transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Hingga kini, Kejari Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi terkait rekaman maupun isu dugaan keterlibatan pihak lain yang beredar di masyarakat. Publik menanti langkah Kejaksaan, apakah akan ada perkembangan penetapan tersangka baru atau tidak.

(TIM/MUL)