Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung menggelar acara Peresmian Poliklinik

Bandung – jurnalpolisi.id

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung menggelar acara Peresmian Poliklinik Pratama dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama pada Kamis, 30 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di lingkungan Lapas Perempuan Bandung, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah serta mitra kerja strategis.

Wali Kota Bandung turut hadir dan berperan penting dalam kegiatan ini dengan menyerahkan secara simbolis Surat Izin Operasional Klinik Pratama Lamoria Bandung. Penyerahan ini menandai langkah konkret dalam peningkatan layanan kesehatan bagi warga binaan, sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung fasilitas publik di lingkungan pemasyarakatan.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta jajaran pejabat struktural dari Kanwil Kemenkumham Jawa Barat. Turut hadir pula perwakilan dari Polrestabes Kota Bandung, BNN Kota Bandung, Kantor Kementerian Agama Kota Bandung dan Cimahi, serta berbagai pihak mitra yang ikut dalam kerja sama lintas sektor.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung mengapresiasi langkah progresif Lapas Perempuan Bandung yang terus berinovasi dalam pelayanan pembinaan dan kesehatan. “Peningkatan fasilitas seperti Poliklinik Pratama Lamoria ini adalah bentuk kepedulian terhadap hak kesehatan warga binaan, dan menjadi bagian dari upaya membangun Bandung yang lebih inklusif dan manusiawi,” ujarnya.

Setelah peresmian, rombongan melakukan peninjauan langsung ke fasilitas dan layanan di Klinik Pratama Lamoria Bandung. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar yang komprehensif bagi para warga binaan perempuan, dengan dukungan tenaga medis profesional serta kerja sama lintas instansi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Perempuan Bandung dengan 21 mitra strategis, baik dari instansi pemerintah, sektor swasta, maupun individu. Kerja sama ini mencakup bidang pembinaan, pelayanan kesehatan, pengamanan, serta layanan administrasi pembinaan warga binaan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung dalam keterangannya menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mewujudkan pembinaan yang menyeluruh bagi warga binaan. “Kami berterima kasih atas dukungan dari semua mitra. Dengan kerja sama ini, kami berharap Lapas Perempuan Bandung dapat menjadi lembaga pembinaan yang produktif dan berdaya,” ungkapnya.

Selain itu, para tamu undangan juga berkesempatan meninjau area ketahanan pangan di lingkungan Lapas, yang menjadi salah satu program unggulan dalam meningkatkan kemandirian warga binaan. Area ini dikelola langsung oleh warga binaan dengan pendampingan dari petugas dan mitra kerja, sebagai bentuk pelatihan keterampilan sekaligus pemenuhan kebutuhan pangan internal.

Dengan hadirnya Poliklinik Pratama Lamoria dan terbentuknya jaringan kerja sama lintas lembaga, Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung diharapkan mampu menjadi model pembinaan terpadu yang mengedepankan aspek kemanusiaan, kesehatan, serta pemberdayaan.

Acara ditutup dengan foto bersama seluruh tamu undangan dan mitra kerja sebagai simbol komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam menciptakan sistem pembinaan dan pelayanan yang lebih baik di lingkungan pemasyarakatan Kota Bandung.

(Tanjung Hamirzen)