Wabup Sarolangun Hadiri Panen Jagung di Desa Sendang Sari Singkut, Polres Sarolangun Konsisten Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Sarolangun, jurnalpolisi.id
Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, SE, menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III di Desa Sendang Sari, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat daerah, yang juga sejalan dengan program inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto. Panen jagung dilaksanakan di lahan milik BUMDes Bintang Rezeki Desa Sendang Sari.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Wakil Bupati Gerry Trisatwika, SE, serta Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. yang diwakili Kabag SDM AKP Sarehat, S.H. Turut hadir Kapolsek Pelawan Singkut Iptu Andico Jumarel, S.H., M.H., Camat Singkut Drs. M. Dahlan, Kasat Binmas Iptu Supriyanto, Kepala Desa Sendang Sari Sujalmo, Ketua BPD Sendang Sari Ook Rajibudin, Ketua PPL Singkut, serta perwakilan Dinas Pertanian, Bulog, BPS, dan kelompok tani se-Kecamatan Singkut.
Puncak acara berlangsung sekitar pukul 10.45 WIB dengan pelaksanaan panen jagung secara simbolis oleh Wakil Bupati didampingi jajaran Forkopimda dan perwakilan Polres Sarolangun. Setelah itu, hasil panen secara resmi dilepas untuk ditampung oleh Bulog.
“Langkah ini menunjukkan sinergi antara aparat keamanan dan lembaga logistik dalam memastikan hasil panen petani terserap dengan baik. Hal ini juga mendukung stabilitas pasokan pangan daerah,” ujar Wakil Bupati Gerry Trisatwika, SE.
Wabup menegaskan, kegiatan panen raya tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang pangan.
“Kami juga bertanggung jawab memastikan masyarakat tidak kekurangan pangan. Pendampingan yang dilakukan Polres Sarolangun kepada kelompok tani merupakan bentuk motivasi agar para petani terus meningkatkan produktivitas lahannya,” tambahnya.
Ia berharap hasil panen jagung ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani lokal, tetapi juga memperkuat stok pangan nasional secara berkelanjutan.
“Inilah yang kita sebut ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutupnya.
(Dedi)
