Diduga Hanyut di Sungai Gumirih, Pencari Rumput Belum Ditemukan Tim SAR
Singojuruh, Banyuwangi – jurnalpolisi.id
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi menerima laporan kondisi membahayakan manusia berupa satu orang warga yang diduga hanyut di Sungai Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis malam, 8 Januari 2026.
Informasi awal diterima dari Kepala Dusun Krajan, Budi Santoso, pada pukul 23.11 WIB. Ia melaporkan bahwa seorang warganya belum kembali ke rumah sejak pagi hari setelah pergi ke sawah.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Korban bernama Alapi Hariyono (64), warga Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, berpamitan kepada keluarga untuk mencari rumput di area persawahan dengan melintasi sungai.
Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Warga setempat kemudian melakukan upaya pencarian secara mandiri.
Dalam proses pencarian tersebut, masyarakat menemukan alat pemotong rumput milik korban berada di Sungai Gumirih. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban kemungkinan hanyut terbawa arus sungai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas Pos Banyuwangi bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 23.30 WIB.
“Lokasi kejadian berada di Sungai Gumirih dengan koordinat perkiraan 8°18’58″S 114°13’11″E, atau berjarak sekitar 35 kilometer dari Kantor Basarnas Banyuwangi,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuwangi, Polsek Singojuruh, Koramil Singojuruh, serta masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim mengerahkan berbagai peralatan, seperti satu unit Rescue Car Type 2, satu set perahu LCR beserta mesin tempel, peralatan water rescue, perlengkapan medis, serta alat komunikasi.
I Made Oka Astawa selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menyampaikan bahwa upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel.
“Hingga pencarian hari pertama, korban belum ditemukan. Operasi SAR akan dilanjutkan pada Jumat pagi, 9 Januari 2026,” pungkasnya.
(Boby)
Sumber informasi: Krida Herbayu
