Cirebon Resmi Ditunjuk sebagai Tuan Rumah Kongres Luar Biasa PERMAHI 2026
Cirebon — jurnalpolisi.id
Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) secara resmi menetapkan DPC PERMAHI Cirebon Raya sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres Luar Biasa PERMAHI melalui Surat Keputusan yang ditetapkan pada 8 Januari 2026. Penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan organisasi sekaligus mandat strategis dalam rangka konsolidasi nasional PERMAHI di tengah dinamika internal yang sedang berlangsung.
Pelaksanaan Kongres Luar Biasa PERMAHI dijadwalkan akan berlangsung pada 13 Februari 2026, bertempat di Hall Grage Hotel Kota Cirebon. Kongres ini diharapkan menjadi forum konstitusional untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah organisasi, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia kader PERMAHI yang unggul, berintegritas, dan kompetitif di bidang profesi hukum.
Ketua Umum DPC PERMAHI Cirebon Raya, Raden Fajri Fantara, S.H. menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kongres Luar Biasa ini harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan organisasi dan penguatan kembali nilai-nilai dasar PERMAHI sebagai organisasi kader mahasiswa hukum.
“Kongres Luar Biasa ini merupakan ruang konstitusional untuk melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh. PERMAHI harus kembali pada khitah perjuangannya sebagai organisasi kader yang melahirkan sumber daya manusia hukum yang berintegritas, berdaya saing, dan memiliki komitmen kuat terhadap penegakan hukum dan keadilan,” ujar Raden Fajri Fantara, S.H.
Lebih lanjut, Sekretaris Umum DPC PERMAHI Cirebon Raya, Abdullah Gimnastiar, S.H. menegaskan bahwa Kongres Luar Biasa harus menjadi jalan keluar atas persoalan dualisme kepemimpinan yang selama ini dinilai menghambat konsolidasi dan mereduksi marwah organisasi.
“Dualisme organisasi yang terjadi saat ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi melemahkan legitimasi dan daya juang PERMAHI secara nasional. Kongres Luar Biasa ini harus menjadi ruang islah, ruang rekonsiliasi, dan ruang pemersatu seluruh kader PERMAHI atas nama perbaikan organisasi dan tanggung jawab sejarah,” tegas Abdullah Gimnastiar, S.H.
Ia juga mengajak seluruh kader PERMAHI di Indonesia untuk menjadikan Kongres Luar Biasa sebagai momentum kolektif dalam mengakhiri fragmentasi internal serta mengembalikan PERMAHI sebagai organisasi mahasiswa hukum yang solid, independen, dan berorientasi pada kepentingan kader dan masyarakat luas.
Dengan ditetapkannya Cirebon sebagai tuan rumah, DPC PERMAHI Cirebon Raya menyatakan kesiapan penuh secara organisatoris dan teknis untuk menyelenggarakan Kongres Luar Biasa PERMAHI 2026. Diharapkan, Kota Cirebon dapat menjadi ruang konsolidasi nasional, rekonstruksi kelembagaan, serta titik awal penguatan kembali PERMAHI sebagai organisasi kader hukum yang progresif dan berdaya saing.
