Sapu Bersih Narkoba, Seluruh Pegawai Kanwil Ditjenpas Aceh Dinyatakan Negatif Tes Urine
BANDA ACEH – jurnalpolisi.id
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari pengaruh narkotika. Melalui kegiatan tes urine mendadak yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, lembaga ini menegaskan sikap “nol toleransi” terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan yang berlangsung tertib ini diikuti oleh seluruh elemen kantor, mulai dari Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, Pelaksana, hingga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Langkah ini diambil sebagai bagian dari program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Berdasarkan laporan akhir pemeriksaan, hasil tes urine menunjukkan angka yang membanggakan, yaitu 100% pegawai dinyatakan negatif dari narkotika. Hasil ini membuktikan bahwa dedikasi pegawai Kanwil Ditjenpas Aceh terhadap tugas kedinasan tidak ternoda oleh pengaruh zat terlarang.
Menanggapi hasil tersebut, Kakanwil Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, menekankan bahwa disiplin internal adalah fondasi utama sebelum menjalankan pembinaan kepada masyarakat binaan.
“Kita tidak bisa bicara tentang pemberantasan narkoba kepada publik jika di dalam rumah kita sendiri belum bersih. Tes urine ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami kepada masyarakat bahwa aparatur sipil negara di lingkungan Pemasyarakatan Aceh adalah pribadi yang sehat, tangguh, dan berintegritas,” tegas Yan Rusmanto.
Langkah preventif ini tidak hanya sekadar formalitas administratif, tetapi juga memiliki dampak luas bagi kepercayaan publik. Dengan memastikan petugas pemasyarakatan bebas narkoba, masyarakat mendapatkan jaminan bahwa proses hukum dan pembinaan di dalam lapas berjalan secara objektif dan jauh dari praktik ilegal.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu semangat bagi instansi lain di Aceh untuk terus konsisten melakukan pengawasan internal. Yan Rusmanto menambahkan bahwa pengawasan ini tidak akan berhenti sampai di sini saja.
“Hasil negatif ini adalah awal yang baik, namun kewaspadaan tidak boleh kendur. Saya ingin memastikan bahwa setiap tetes keringat pegawai kami dalam melayani masyarakat murni berasal dari dedikasi, bukan pengaruh obat-obatan. Ini adalah komitmen abadi kami untuk memerangi narkotika di Bumi Serambi Mekkah,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan yang berjalan tertib dan lancar ini, Kanwil Ditjenpas Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai institusi yang siap menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum yang bersih di wilayah Aceh.
Zainal
