Langkah Sakral Khadga Pora, Brimob Kaltim Lepas Masa Lajang Briptu Riko di Loa Kulu

Kutai Kartanegara jurnalpolisi.id

Suasana khidmat dan penuh wibawa menyelimuti kediaman mempelai dalam perhelatan pernikahan Briptu Riko yang digelar di Desa Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Minggu (11/01/2026). Sebagai bentuk penghormatan dan tradisi kebanggaan korps, personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melaksanakan upacara tradisi Khadga Pora. Upacara ini merupakan simbol penyambutan bagi pendamping serta bentuk solidaritas sesama anggota baret biru dalam mengantar rekan sejawat menuju gerbang rumah tangga yang baru.

Upacara yang berlangsung sakral ini dipimpin langsung oleh AKP Sriwiyono, S.H., M.H. dengan melibatkan barisan personel pilihan. Di bawah hunusan pedang khas Brimob yang disebut Khadga, kedua mempelai melangkah perlahan melintasi barisan sebagai simbol kesiapan dalam menempuh hidup baru yang penuh rintangan namun didasari oleh kekuatan cinta dan loyalitas. Kehadiran tradisi ini tidak hanya menambah kemegahan acara, tetapi juga mempererat jalinan kekeluargaan di lingkungan internal Satuan Brimob Polda Kaltim, khususnya bagi keluarga besar Batalyon B Pelopor.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menyampaikan ucapan selamat serta doa restu atas pernikahan Briptu Riko. Beliau menegaskan bahwa tradisi Khadga Pora adalah manifestasi dari ikatan persaudaraan yang tak terputus antar-personel. “Pernikahan adalah babak baru dalam kehidupan seorang prajurit. Kami melaksanakan tradisi ini untuk menunjukkan bahwa setiap anggota tidak berjuang sendiri; keluarga besar Brimob akan selalu ada sebagai rumah kedua bagi mereka. Semoga pernikahan ini menjadi sumber kekuatan baru bagi Briptu Riko dalam menjalankan tugas negara,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.

Beliau juga berpesan kepada kedua mempelai agar senantiasa menjaga keharmonisan dan nilai-nilai kesetiaan serta menekankan pentingnya peran pendamping (Bhayangkari) dalam memberikan dukungan moral bagi keberhasilan tugas suami sebagai pelindung masyarakat. “Jadikanlah rumah tangga sebagai benteng pertahanan pertama dalam menjaga integritas. Dengan keluarga yang sakinah dan solid, semangat pengabdian kepada bangsa dan negara akan semakin berkobar. Teruslah berkarya dan jaga nama baik kesatuan di mana pun berada. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.
( Alfian )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *