Ketum DANRI Bersama Anggota DPRD Kuningan, Harmonisasi Pemerintah-Kesultanan untuk Menyukseskan Program Presiden Prabowo Subianto
Kuningan — jurnalpolisi.id
Harmoni antara kekuatan adat dan pemerintahan kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Partai Gerindra, Sri Laelasari, ke kediaman Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon KGSS. Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., Ketua Umum Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DANRI), sekaligus Dipertuan Agung Raja Sultan Nusantara.
Kunjungan tersebut diawali dengan ungkapan duka cita yang mendalam dari Anggota DPRD Sri Laelasari atas wafatnya Ibunda Suri Kanjeng Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih, yang telah dimakamkan di Desa Nusaherang, Kabupaten Kuningan. Suasana penuh empati dan kekeluargaan menjadi pembuka dialog kebangsaan yang sarat makna antara wakil rakyat dan pemangku adat Nusantara.
Dalam pertemuan tersebut, Sri Laelasari menyampaikan komitmennya untuk menyukseskan program-program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan dan swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa Kesultanan Cirebon memiliki peran historis dan sosiologis yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Indonesia tidak akan lahir tanpa sejarah Kesultanan Nusantara, dan Kesultanan Cirebon adalah bagian penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesultanan adalah jati diri, wajah, dan ruh kebangsaan Indonesia. Karena itu, peran Kesultanan Cirebon harus dilibatkan secara aktif dalam menyukseskan program Presiden,” ujar Sri Laelasari.
Menurutnya, sosok Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih merupakan figur yang tidak hanya memiliki legitimasi adat dan sejarah, tetapi juga memiliki rekam jejak loyalitas kebangsaan yang kuat. Diketahui, Sultan Sepuh merupakan pendukung militan Presiden Prabowo Subianto sejak 2014 hingga Pilpres 2024, serta mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum DANRI.
Sri Laelasari juga menyoroti kedekatan Sultan Sepuh dengan masyarakat adat, khususnya di wilayah Kesultanan Cirebon, yang secara historis mencakup wilayah Kuningan.
“Saya membutuhkan sosok Sultan Sepuh untuk turun langsung bersama masyarakat, agar program-program Presiden benar-benar dirasakan rakyat. Saya sudah beberapa kali berkegiatan bersama beliau di lapangan, dan dampaknya sangat nyata,” tegasnya.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon menyambut dengan penuh kehangatan dan rasa persaudaraan. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sri Laelasari sebagai wakil rakyat yang dinilainya tulus dan konsisten hadir di tengah masyarakat.
“Bu Dewan Sri ini orangnya baik, rendah hati, sayang kepada rakyatnya, senang membantu dan menghibur masyarakat. Bahkan lebih banyak waktunya bersama rakyat daripada keluarganya sendiri. Ini cerminan sejati seorang wakil rakyat,” ujar Sultan Sepuh sambil berseloroh.
Dalam suasana penuh keakraban, Sultan Sepuh menegaskan bahwa Kesultanan Cirebon siap berharmonisasi dan bersinergi dengan Anggota DPRD Sri Laelasari dan seluruh elemen pemerintahan demi menyukseskan program-program Presiden Prabowo Subianto.
“Kesultanan Cirebon siap mendukung dan mengawal setiap program Bu Dewan demi kepentingan rakyat dan negara,” tegasnya.
Lebih jauh, Sultan Sepuh menegaskan bahwa keterlibatannya sebagai Ketua Umum DANRI merupakan bentuk keseriusan peran adat dalam membantu negara, khususnya dalam mewujudkan amanat Pasal 33 UUD 1945 tentang kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
“Tidak ada tawar-menawar dalam hal kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Itu harga mati. Karena kesejahteraan rakyat adalah kunci Indonesia sebagai negeri yang gemah ripah loh jinawi. Insya Allah, setiap wakil rakyat yang berharmonisasi bersama saya akan termonitor hingga ke Istana,” pungkas Sultan Sepuh.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa harmonisasi antara pemerintah dan kesultanan Nusantara bukan sekadar wacana, melainkan langkah strategis dan konkret demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
