Sekitar 600 Peserta Hadiri Gathering BEA Jawa Barat 2026, Fokus Bahas Water Technology Management
Bandung – jurnalpolisi.id
Gathering BEA Jawa Barat tahun ini mengusung tema “Water Technology Management”, dengan fokus pada pengelolaan siklus air secara berkelanjutan. Sebanyak 85 booth dari berbagai perusahaan dan vendor turut meramaikan acara, menampilkan beragam inovasi teknologi serta solusi terbaru dalam sistem pengelolaan air dan infrastruktur gedung.
Ketua BPW BEA Jawa Barat, Asep Suherman, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan ini telah dilakukan sejak penyelenggaraan event kedua pada tahun 2025. Jika tahun lalu kegiatan digelar di Politeknik Negeri Bandung (Polban) karena keterkaitannya dengan dunia pendidikan, maka tahun ini gathering difokuskan khusus bagi para engineer yang tergabung sebagai anggota BEA Jawa Barat.
Menurut Asep, target utama gathering kali ini adalah membahas secara mendalam terkait water recycle dan water management. Ia menegaskan bahwa pengelolaan air tidak hanya sebatas distribusi air bersih, tetapi juga mencakup pengelolaan siklus air secara menyeluruh, termasuk pengolahan air bekas dan air kotor dengan sistem yang aman dan berkelanjutan.
Asep juga menegaskan bahwa BEA merupakan asosiasi berbadan hukum yang tidak berorientasi bisnis. BEA hadir sebagai wadah kolaborasi antara engineer dan vendor untuk berbagi informasi, pengetahuan, serta mempromosikan produk dan teknologi secara sehat. Tingginya minat pelaku industri terlihat dari banyaknya vendor yang masih masuk dalam daftar tunggu karena keterbatasan jumlah booth.
“Orientasi kami bukan bisnis, tetapi bagaimana mewadahi para vendor dan engineer yang ingin berpromosi melalui BEA Jawa Barat. Faktanya, masih banyak vendor yang harus waiting list karena keterbatasan booth,” ungkap Asep.
Selain fokus pada teknologi, BEA Jawa Barat juga menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial. Pada tahun sebelumnya, BEA melakukan penanaman 500 pohon di Pantai Cipatujah, Jawa Barat, yang terdampak abrasi, serta memberikan bantuan pengecatan untuk kantor desa setempat.
Tahun ini, BEA Jawa Barat kembali menyalurkan bantuan berupa pembangunan akses menuju lahan wakaf di Sukabumi, mengingat area pemakaman lama telah penuh dan membutuhkan lokasi baru yang layak serta mudah diakses masyarakat.
Lebih lanjut, Asep menyampaikan bahwa BEA Jawa Barat menargetkan keberadaan asosiasi dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota maupun masyarakat luas. Ia menilai setiap organisasi harus memiliki asas manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
BEA Jawa Barat juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya sebagai technical advisor dalam pembangunan proyek gedung, terutama pada sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Menurutnya, masih banyak aspek yang dapat dioptimalkan, mulai dari penerapan konsep value engineering hingga sistem perawatan gedung.
“Kami ingin memberikan pencerahan kepada pengelola gedung terkait SOP perawatan yang benar. Sangat disayangkan jika gedung yang bagus tidak dirawat dengan baik sehingga usia pakainya menjadi lebih pendek,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Asep menegaskan bahwa BEA Jawa Barat ingin menjadi bagian dari kemajuan daerah. Ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan BEA sebagai mitra pembangunan.
“Pada prinsipnya, manfaatkan BEA untuk kemajuan Jawa Barat agar Jawa Barat tetap hebat,” pungkasnya.
(Tanjung Hamirzen)
