Peringati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Ponpes Buya Ibnuh Khodun Gelar Milad ke-2
Merangin – jurnalpolisi.id
Pondok Pesantren Buya Ibnuh Khodun Al Hafidz, S.Pd.I., M.Pd., yang berlokasi di Jalan Lintas Talang Kawo, Lingkungan Pulau Kemang RT 32, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) pondok pesantren ke-2, pada Senin malam.
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan santri putra dan putri beserta wali santri. Turut hadir tokoh masyarakat, para buya dari sejumlah pondok pesantren, serta ustaz dan ustazah dari berbagai lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Merangin.
Acara berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah Buya Gaul H. Muktar. Dalam tausiyahnya, Buya Muktar mengupas secara mendalam peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, yang merupakan perjalanan spiritual luar biasa untuk menerima perintah salat lima waktu.
“Peristiwa Isra Mikraj secara logika manusia memang sulit diterima, karena dilakukan hanya dalam satu malam. Namun inilah mukjizat Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), lalu naik ke Sidratul Muntaha (Mikraj) untuk bertemu langsung dengan Allah SWT dan menerima kewajiban salat,” ujar Buya Muktar.
Ia juga menjelaskan bahwa kewajiban salat awalnya berjumlah 50 waktu, kemudian diringankan menjadi lima waktu atas saran Nabi Musa AS, yang hingga kini menjadi kewajiban umat Islam.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Buya Ibnuh Khodun Al Hafidz menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh undangan, wali santri, tokoh masyarakat, para buya, ustaz, dan ustazah yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih khusus kepada kedua orang tua, keluarga, serta istri tercinta atas doa dan dukungan yang diberikan selama ini, sehingga pondok pesantren dapat terus berkembang hingga memasuki usia dua tahun.
“Harapan kami, semoga para santri putra dan putri kelak menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak baik, berilmu, dan tetap berada di jalan yang benar,” ujarnya.
Acara semakin semarak dengan penampilan hadrah oleh santri putra, lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW, serta pembacaan puisi oleh santri putri yang mengisahkan sejarah dan perjuangan berdirinya Pondok Pesantren Buya Ibnuh Khodun. Suasana haru pun menyelimuti para hadirin.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, berlangsung penuh hikmah dan kekhidmatan.
(Siti Rahma)
