Sultan Sepuh Cirebon Apresiasi Berkah Menara Cinema, Dorong Kolaborasi Film Edukatif Nasional
Jakarta — jurnalpolisi.id
29 Januari 2026 Komitmen untuk membangun perfilman nasional yang berkualitas dan berorientasi pada edukasi publik kembali ditegaskan oleh Kanjeng Gusti Sultan Sepuh (KGSS) Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., Sultan Sepuh Cirebon sekaligus Ketua Umum Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DANRI). Apresiasi disampaikan kepada Berkah Menara Cinema selaku rumah produksi film Jejak Arwah Rumah Belanda atas konsistensinya menghadirkan karya anak bangsa yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai sejarah, budaya, dan kesadaran sosial. Dalam kesempatan tersebut, Sultan Sepuh turut mendorong terbukanya kolaborasi strategis antara Berkah Menara Cinema dan DANRI guna memproduksi film-film edukatif nasional yang membangun karakter generasi Indonesia.
Film Jejak Arwah Rumah Belanda disutradarai oleh Mas Rony Mepet dan diproduksi oleh Berkah Menara Cinema, dengan Muhammad Amin selaku produser—yang akrab disapa Mas Amin. Karya ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga mengangkat memori sejarah, ruang-ruang kolonial, serta jejak masa lalu yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.
Menurut Sultan Sepuh, film nasional harus kembali menjadi media edukasi publik, sarana refleksi sejarah, dan penguat jati diri bangsa, khususnya bagi generasi muda.
“Film bukan hanya tontonan, tetapi tuntunan. Perfilman Indonesia harus menjadi ruang kesadaran sejarah, pendidikan karakter, dan kebanggaan terhadap karya anak negeri,” tegas KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H.
Apresiasi Sultan Sepuh untuk Insan Perfilman Indonesia
Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Menara Cinema, Mas Rony Mepet, Mas Amar, serta seluruh insan seni yang terlibat dalam produksi film ini. Menurutnya, para penggiat seni dan budaya merupakan penjaga kesadaran kolektif bangsa yang bekerja melalui bahasa visual yang dekat dengan masyarakat luas.
Dukungan ini sekaligus menjadi ajakan moral kepada publik Indonesia untuk lebih mencintai, menonton, dan membela film karya anak bangsa sebagai bagian dari kedaulatan budaya nasional.
DANRI Siapkan Film Layar Lebar Edukasi Anti-Bullying
Dalam kesempatan yang sama, Sultan Sepuh mengungkapkan bahwa Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DANRI) tengah mempersiapkan produksi film layar lebar bertema pendidikan karakter dan perlindungan anak berjudul:
“movie”,”Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu”,”film edukasi anti bullying”
STOP BULLYING
Film ini terinspirasi dari maraknya kasus perundungan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah. Melalui medium film, DANRI berupaya menyuarakan nilai empati, persahabatan, dan kemanusiaan, agar sekolah kembali menjadi ruang yang aman, ramah, dan bermartabat bagi tumbuh kembang anak.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Film ini kami dedikasikan sebagai ikhtiar bersama untuk menghentikan bullying dan membangun generasi yang saling menghormati,” ujar Sultan Sepuh.
Produksi film ini ditargetkan tayang pada masa libur sekolah Juni–Juli, sehingga dapat menjangkau pelajar dan keluarga Indonesia secara luas.
Harapan Kolaborasi PH Berkah Menara Cinema dan DANRI
Sultan Sepuh menyampaikan harapan besar agar Berkah Menara Cinema dapat berkolaborasi dengan DANRI dalam produksi film Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu, sebagai sinergi antara dunia perfilman dan lembaga adat nasional dalam membangun karakter bangsa melalui karya budaya yang mendidik.
Selain itu, Sultan Sepuh juga berharap dukungan dari instansi pemerintah terkait, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan agar film ini dapat terwujud dan memberikan dampak nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia.
