Bermodus Warung Kelontong Ternyata ditemukan Ratusan Butir Petasan

Sukabumi  –  jurnalpolisi.id

Bermodus warung kelontong, kepolisian sektor Parungkuda, Kabupaten Sukabumi temukan ratusan butir petasan korek siap edar. Warung kelontong yang berada di ujung Pasar Modern Parungkuda ini tertangkap basah menjual petasan korek yang meresahkan warga.

Kecurigaan polisi berawal ketika warung kelontong membuka lapak kecil menjual berbagai macam jenis kembang api anak anak. Polisi yang sedang melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) menggeledah isi warung dan benar saja, satu dua kecil penuh berisi petasan ditemukan di tempat tersembunyi dari dalam warung, Jumat, 17 Maret 2023.

Bermodus warung kelontong, kepolisian sektor Parungkuda, Kabupaten Sukabumi temukan ratusan butir petasan korek siap edar. Warung kelontong yang berada di ujung Pasar Modern Parungkuda ini tertangkap basah menjual petasan korek yang meresahkan warga.

Kecurigaan polisi berawal ketika warung kelontong membuka lapak kecil menjual berbagai macam jenis kembang api anak anak. Polisi yang sedang melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) menggeledah isi warung dan benar saja, satu dua kecil penuh berisi petasan ditemukan di tempat tersembunyi dari dalam warung, Jumat, 17 Maret 2023.

Kapolsek Parungkuda, Kompol Imam Prayitno menegaskan bahwa operasi pekat yang dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat memasuki bulan suci Ramadhan. Sedikitnya 300 butir petasan korek siap jual diamankan dalam operasi pekat dengan target penjual petasan dan minuman keras.

Untuk petasan kita sudah mulai melakukan razia dan kita temukan di kawasan pasar Parungkuda. Sedikitnya ada 300 butir yang kita amankan,” ungkap Imam.

Setelah didata, ratusan petasan inipun langsung dimusnahkan dengan disaksikan oleh penjual petasan dengan cara direndam di dalam air. Setelah semua petasan basah, polisi pun menyita petasan tersebut sebagai barang bukti.

“Langsung kita musnahkan di depan penjualnya, hal ini dilakukan supaya mengurangi kesan kesan negatif setelah disita oleh polisi dimanfaatkan dan dipergunakan oleh polisi,” jelas Imam.

Imam menambahkan, razia serupa akan terus dilakukan hingga puasa pertama bulan Ramadhan. Dirinya pun menghimbau agar warga tak main petasan karena selain berbahaya, main petasan bukanlah kegiatan yang berfaedah apa lagi di bulan suci Ramadhan.

“Kita jaga keamanan dan ketertiban masyarakat, supaya nanti masuk puasa ramadhan, warga bisa menjalankan ibadah secara khusyu,” tutup Imam. (Levi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *